Jumat, 27 Oktober 2023

Berbagi praktik baik di SDN 03 Simpang kapuak-Lima Puluh Kota

Jumat, 27 Oktober 2023

 Luar biasa semangat guru -guru hebat SDN 03 Simpang Kapuak dalam mengikuti pelatihan pembelajarna berbasis IT. Kami belajar tentnag Chat GPT, Google Bard, Quizizz mode kertas, klasik , ujian , penguasanaan dan mode Tim.





Minggu, 04 Desember 2022

ANUGRAH KI HAJAR KEMENDIKBUDRISTEK 2022



Jakarta, (30/11) — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

(Kemendikbudristek) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin) kembali menggelar Anugerah Kihajar, Kita Harus Belajar secara hibrida. Kegiatan yang sudah rutin diselenggarakan sejak 2006 ini diharapkan dapat mendorong semangat berinovasi dan berkolaborasi dalam mendayagunakan teknologi untuk pembelajaran.

Disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, saat ini transformasi teknologi digital telah dilakukan dengan mengedepankan platform pendidikan yang mengutamakan kebutuhan pemangku kependidikan, guru, kepala sekolah, dan kepala dinas.

“Kita telah bersama-sama membuktikan bahwa teknologi digital bisa menunjang proses implementasi berbagai terobosan Merdeka Belajar secara lebih cepat dan efisien,” ujar Mendikbudristek dalam sambutannya secara virtual pada acara Anugerah Kihajar 2022 yang diselenggarakan di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Rabu (30/11).

Mendikbudristek mengatakan, salah satu faktor yang mendorong pengembangan transformasi digital adalah semangat para guru, pelajar, dan para pemerintah daerah (Pemda) untuk mengikuti berbagai pelatihan teknologi yang diadakan Kemendikbudristek seperti program Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK), Kihajar STEM (Science, Technology, Engineering, Math), serta materi-materi pembelajaran yang dibagikan melalui platform belajar.id.

Untuk itu, lanjut Mendikbudristek, sebagai apresiasi semangat dalam mengakselerasi transformasi sistem pendidikan dengan Gerakan Merdeka Belajar, Kemendikbudrsitek menggelar Anugerah Kihajar 2022. Melalui Anugerah Kihajar 2022, Menteri Nadiem berharap agar dapat mendorong semangat belajar para peserta didik serta guru sebagai pembelajar sepanjang hayat dan penggerak perubahan.

“Selamat kepada seluruh pihak yang telah ikut serta dalam kegiatan Anugerah Kihajar 2022. Marilah kita terus serentak berinovasi bergotong royong mewujudkan Merdeka Belajar,” pesan Mendikbudristek.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusdatin Kemendikbudristek, Muhammad Hasan Chabibie mengungkapkan bahwa dalam masa pandemi dua tahun terakhir, guru dan dosen telah menggunakan teknologi sebagai media dalam pembelajaran jarak jauh. Transformasi tersebut dapat dilaksanakan karena adanya kolaborasi dan gotong royong semua pihak.

“Oleh karena itu, Pusdatin secara konsisten memaksimalkan semua potensi teknologi informasi dan komunikasi yang ada supaya nyala api belajar para peserta didik dan pendidik kita tetap terjaga, dan salah satu ikhtiar kami adalah aktivitas PembaTIK, Kihajar STEM, maupun belajar.id yang secara masif serentak telah kita laksanakan di seluruh Indonesia,” ujar Hasan.

Lebih lanjut disampaikan Hasan, terdapat beberapa perbedaan penyebutan bagi guru terpilih melalui PembaTIK. Jika semula disebut sebagai “Duta Rumah Belajar”, kini bertransformasi menjadi “Duta Teknologi”.

Hal ini karena meluasnya peran pendidik dalam menjawab kebutuhan pembelajaran berbasis murid, khususnya di dua tahun terakhir, para pendidik menggunakan berbagai platform teknologi untuk proses belajar mengajar.

“Kami dari Pusdatin mencoba menghadirkan Profil Pelajar Pancasila yang kemudian dikreasi dalam sebuah aktivitas Kihajar tahun 2022. Dengan pendekatan STEM mereka dilatih menjadi seorang pemecah masalah,” imbuh Hasan.

Sedangkan dengan akun belajar.id, lanjut Hasan, Kemendikbudristek mampu membantu proses belajar mengajar secara daring seperti berbagi konten pembelajaran hingga menghasilkan konten-konten digital yang bisa digunakan sebagai sarana proses pembelajaran.

“Upaya-upaya pengembangan teknologi informasi tersebut adalah untuk memaksimalkan semua potensi teknologi informasi di dalam dunia pendidikan kita,” tutur Hasan.

Menutup sambutannya, Kepala Pusdatin mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua pihak yang terlibat.

“Kami, Pusdatin mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua pihak. Terutama bagi guru-guru di Indonesia yang bisa optimal memanfaatkan teknologi informasi.” Ucap Hasan.


Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta baik yang mendapatkan penghargaan maupun yang belum berkesempatan menjadi pemenang. Dikatakan Nunuk, apa yang dihasilkan adalah berkat bimbingan para guru-guru hebat yang telah mendampingi peserta didik menghasilkan produk original dengan pemanfaatan teknologi.

Selain itu, tentu dengan dukungan para Kepala Daerah yang telah peduli dengan penggunaan teknologi di dalam pendidikan. Teknologi adalah bagian yang tak terpisahkan dari semua kebijakan yang kita kerjakan, seperti saat ini, Kemendikbudristek sedang mengakselerasi peran guru penggerak.

Sebagian besar Duta Teknologi adalah juga guru penggerak dan berasal dari sekolah yang sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka, “Saya yakin sekali bahwa kebijakan yang sudah kita jalankan ternyata menghasilkan praktik-praktik baik yang tadi sudah kita lihat hasilnya. Semoga apresiasi ini dapat menjadi teladan bagi daerah lain untuk lebih peduli terhadap pendidikan dan menggalakkan peran teknologi di dalamnya. Bagi yang belum beruntung, masih ada kesempatan berikutnya, teruslah berkarya dan berinovasi,” pesan Nunuk.




Senin, 31 Oktober 2022

INFOGRAFIS BERBAGI PRAKTIK BAIK

 

https://youtu.be/a_BQKGFQhAQ

BERBAGI PRAKTIK BAIK PEMBELAJARAN INOVATIF MENGGUNAKAN PORTAL RUMAH BELAJAR DAN PMM

 

BERBAGI PRAKTIK BAIK DENGAN

BERKOLABORASI DAN BERTRANSFORMASI MENUMBUHKAN EKOSISTEM DIGITAL MENUJU MERDEKA BELAJR BERSAMA PORTAL RUMAH BELAJAR DAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR

 

Perkembangan Teknologi khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini menyebabkan banyak perubahan. Saat ini dirasakan semakin mudah orang-orang mengirimkan dan mendapatkan segala macam informasi melalui internet. Hal ini sangat berdampak pada proses pembelajaran peserta didik di sekolah. Sebagai seorang guru harus mampu menghadirkan pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Seperti filosofi Ki HAdjar Dewantara yaitu didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya. Hal ini adalah tantangan bagi guru-guru untuk bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menajdikan suatu pembelajaran yang menyenangkan, menarik minat dan perhatian peserta didik.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, saya sebagi guru tertantang untuk meningkatkan kompetensi terutama dalam penciptaan pembelajaran yang menarik minat dan perhatian peserta didik dengan menggunakan TIK. Salah satu yang saya lakukan adalah mengikuti Pelatihan Berbasis TIK yang diadakan oleh kemendikbud yaitu pembatik. Pembatik merupakan pelatihan yang terdiri dari 4 level. Setiap levelnya menyajikan materi-materi yang dibetuhkan guru dalam pengembangan kemampuan penyajian pembelajaran yang berbasis TIK. Tahun ini alhamdulillah saya sampai ke level 4 yaitu sebagai SRB(sahabat rumah belajar) tahun 2022. Tugas untuk level ini bertemakan “berkolaborasi dan bertransformasi menumbuhkan ekosistem digital menuju merdeka belajar” dengan berbagi praktik baik menerapkan model pembelajaran inovatif berbasis TIK berpusat pada murid.

Untuk tugas kali ini saya membagi menjadi dua bagian yaitu metode tatap muka dan dunia maya. Saya menerapkan suatu metode pembelajaran yang saya beri judul dengan praktik baik pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional menggunakan portal rumah belajar dan PMM.

  A.PRAKTIK BAIK

1.    Pendahuluan

    Pembelajaran yang akan saya laksanakan adalah berdiferensiasi , sosial emosional menggunakan portal rumah belajar dan PMM melalui metode diskusi. Kegiatan pendahuluan saya mulai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan menanyakan perasaan dan harapan peserta didik hari itu. Saya bagikan sebuah kertas sticky note pada masing-masing peserta didik untuk mereka tuliskan perasaan yang yang mereka rasakan dan harapan mereka untuk pembelajaran hari ini. Setelah itu mereka menempelkannya di papan tulis. Ini merupakan suatu pembelajaran yang berbasis emosional.




            Peserta didik dibagi dalam kelompok secara random dengan cara menghitung sehingga terbentuklah 9 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 3 atau 4 orang.


2. Kegiatan Inti

Masuk  kegiatan inti yaitu menonton video pembelajaran yang diambil dari sumber belajar portal rumah belajar. Sebelumnya Siswa diberikan per kelompok lembar kerja yang saya ambil dari platform merdeka mengajar. Setiap kelompok menyelesaikan soal yang ada dilembar kerja tersebut secara berkelompok dengan terlebih dahulu memperhatikan video dari portal rumah belajar. 


Setiap anggota kelompok harus memahami hasil diskusi mereka karena Langkah selanjutnya adalah mempresentasi hasil diskusi dengan cara menggunakan spinwheel.com untuk menentukan kelompok mana dan siapa yang akan presentasi. Hasil diskusi kelompok ditulis dalam kertas berwarna semenarik mungkin , yang akan di foto dan disajikan lewat  projector.













3. Penutup.

        Guru memberikan penegasan materi dan peserta didik menyimpulkan apa yang dipelajari hari ini. Diakhir pembelajaran diadakan postes dan menanyakan kembali kepada peserta didik apa pendapat mereka terhadap pembelajaran hari ini .



B. BERBAGI PRAKTIK BAIK

I. Kegiatan Tatap Muka

1.Lingkungan sekolah.

a. Dengan rekan-rekan guru

Praktik baik ini saya sampaikan di lingkungan terdekat saya yaitu kepada rekan-rekan sejawat saya di sekolah. Selain menyampaikan tentang praktik baik saya dalam pembelajaran menggunakan rumah belajar, saya juga mensosialisasikan tentang fitur- fitu yang ada di rumah belajar.




b. Peserta didik

              Kepada peserta didik sasay di sekolah saya perkenalkan portal rumah belajar dengan menggunakannya dalam pembelajaran dan mengenalkan fitur-fitur yang ada di Portal rumah belajar yang bisa mereka gunakan untuk pembelajaran secara mandiri menggunakan dunia maya.




            Dalam pengenalan fitur rumah belajar saya meminta mereka menemukan lokasi sekolah kami yaitu SMAN 2 Harau yang terletak di wilayah wisata Geopart melalui fitur wahana jelajah angaksa. Mereak sanagt senang sekali mencari lokasi sekolah melalui fitur wahana jelajah angkasa dengan melihat planet Bumi.

2. Komunitas MGMP Matematika SMA Tingkat Kabupaten Lima Puluh Kota.

              Dalam pengembangan profesi, guru memiliki komunitas guru mata pelajaran atau MGMP. Ini merupakan salah satu sasaran saya untuk berbagi tentang praktik baik penerapan model pebelajaran yang berpusat pada murid dengan memanfaatkan rumah belajar dan Platform merdeka mengajar. MGMP Matematika SMA kab.Lima Puluh kota yang beranggotakan guru matematika seluruh sekolah yang ada di kabupaten lima puluh kota.  Seperti juga dengan peserta didik saya di sekolah, di komunitas MGMP ini saya juga mengulas tentang fitur-fitur yang ada di portal rumah belajar sehingga bisa digunakan oleh rekan-rekan saya sesama guru matematika serta bisa diimbaskan oleh rekan-rekan mgmp matematika ke rekan-rekan di sekolah masing-masing.




 II. Secara Daring Melalui Media Sosial

Selain berbagi praktik baik secara tatap muka, saya juga melakukan berbagi praktik baik dan pengenalan fitur portal rumah belajar melalui media sosial antara lain youtube, Instagram, facebook , blog, status WA dan Tiktok.

 1.   1.  Channel youtube.

Praktik baik penerapan model pembelajaran inovatif berbasis TIK saya buat bentuk video yang saya upload ke akun youtube saya riza asfa channel dengan alamat  https://youtube.com/c/rizaasfachannel

dengan link videonya berada di  https://www.youtube.com/watch?v=t9raUkRHj6A&t=14s yang saya upload tanggal 23 oktober 2022. Sampai tanggal 30 oktober 2022 jam 19.11 sudah ditonton sebanyak 123 kali dan disukai 22 orang.

 

Selain praktik baik yang saya upload di channel youtube, saya juga membuat video short pengenalan fitur-fitur portal rumah belajar yang sudah ditonton 34x  dan 64 x.

1.     2Facebook.

Video praktek baik dan fitu-fitur portal rumah belajar, saya upload juga di facebook. Tujuannya dengan harapan teman-teman di FB saya bisa melihat video praktik baik saya.


1.    3.  Instagram

       Di akun instagram yang bernama rizaasfa, saya mengupload video pengenalan fitur-fitur rumah belajar yang sudah ditotnton 3.118 pada jam 19.27 tanggal 30 oktober 2022. 

1.     4. Tiktok.

Di Tiktok pun saya mencoba berbagai praktik baik lewat video praktik baik yang saya upload dengan nama akun @rizaasfa. Sampai hari minggu tanggal 30 oktober 2022 jam 19.22 wib sudah ditonton 602 dan video pengenalan fitur rumah belajar 11.2k serta 5002

1.     5. Blog

Di dalam blog pribadi pun saya menupload tulisaa tentang praktek baik penerapan pembelajaran inovatif berbasis TIK dengan alamat blognya https://rizaasfapyk.blogspot.com/. Blog ini sudah mencatat tamu 6422 sejak blogini dibuat.

Dikompasiana dengan alamat https://www.kompasiana.com/riza67826/63566ad5de3f2203277cc662/praktik-baik-pembelajaran-berdiferensiasi-dan-sosial-emosional-dalam-pembelajaran-matematika-spltv-fase-e

saya upload juga praktik baik saya dalam penerapan pembelajaran berbasis TIK yang sudah dilihat 88 rang sampai jam 19.34 tanggal 30 oktober 2022.

1.    6.  Status WA.
















 

      saya upload juga praktik baik saya dalam penerapan pembelajaran berbasis TIK  di status WA yang sudah dilihat 99 orang sampai jam 19.34 tanggal 30 oktober 2022.

Videonya bisa dilihat di link berikut:

 https://youtu.be/a_BQKGFQhAQ



MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN AI