Senin, 24 Oktober 2022

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN SOSIAL EMOSIONAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SPLTV FASE E

 

PRAKTIK BAIK

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN SOSIAL EMOSIONAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SPLTV FASE E

RIZA ASFA

GURU MATEMATIKA SMAN 2 HARAU-SUMBAR


A.    Latar Belakang

Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Utnuk terciptanya pembelajaran yang baik di tingkat SMA, perlu menciptakan suasana yang menyenangkan. Apa itu pembelajaran yang menyenangkan?

Pembelajaran yang menyenangkan  atau Joyful learning terdiri dari kata joyful artinya menyenangkan dan learning artinya pembelajaran. (Wei, Hung, Lee, & Chen, 2011) mengatakan bahawa “Joyful learning described as a vivid emotion or feeling of pleasure. The adjective of joy is joyful which also describes a kind of feeling, expressing and causes great pleasure. We define the “joyful learning” as a kind of learning process or experience which could make learners feel pleasure in a learning scenario/process” (Kata sifat sukacita adalah sukacita yang juga menggambarkan semacam perasaan, mengekspresikan dan menyebabkan kesenangan besar. Kami mendefinisikan "pembelajaran yang menyenangkan" sebagai semacam proses pembelajaran atau pengalaman yang dapat membuat peserta didik merasakan kesenangan dalam skenario / proses pembelajaran).

Sehubungan dengan itu, sebagai guru saya memiliki keinginan agar murid-murid saya senang dan antusias dalam belajar. Apalagi belajar matematika. Biasanya siswa saya sangat takut seklai untuk belajar matematika karena mereke menganggap matematika itu sulit, banyak rumus, bikin sakit kepala, menoton dan masih banyak lagi kata-kata yang kurang menyenangkan ketika belajar matematika. Bahkan ada yang tiba-tiba sakit karena mau ujian matematika hari ini.

Berdasarkan kondisi tersebut, saya menginginkan tercipta pembelajaran yang menyenangkan dan menarik buat siswa saya ketika belajar matematika dengan saya. Saya ingin siswa saya senang dan bahagia dalam pembelajaran. Sehingga tercipta pembelajaran yang menyenangkan . Menurut Ki Hadjar Dewantara, anak mempunyai kodrat bermain dan merdeka. Berdasarkan pendapat tersebut, saya berusaha menciptakan setiap pembelajaran saya, siswa merasa merdeka, bebas dan senang. Selain itu, menurut Ki Hadjar Dewantara didiklah anak sesuai dengan zamannya yang mana hal ini juga sesuai dengan pandangan Ali Bin Abi thalib.

Sesuai dengan kondisi tersebut , saya berusaya mempraktekan pembelajaran yang berpihak pada murid agar tercipta pembelajaran yang menyenangkan dan harapan siswa saya belajar terwujud. Disini siswa saya berperan sebagai murid yang akan saya fasilitasi dalam mempelajari sebuah materi. Saya berusaha untuk menggali minat siswa saya sehingga tercapai pembelajaran berdasarkan minat. Minat merupakan aspek psikis yang dapat mendorong manusia untuk mencapai suatu tujuan. Minat terhadap suatu hal, dapat berarti kecenderungan untuk memberikan perhatian atau merasa senang yang lebih besar akan hal itu.

 Saya sebagai guru yang berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa saya sesuai dengan minatnya untuk belajar. Memotivasi dan memberikan dukungan dalam pembelajaran. Pembelajaran ini saya beri nama “Pembelajaran Berdiferensiasi dan Sosial Emosional dalam Pembelajaran Matematika Fase E”.

B.    Tantangan

Dalam mewujudkan praktik baik pembelajaran saya ini, saya menghadapi tantangan yang cukup sulit. Terutama dari diri saya sendiri. Saya harus berpikir keras menemukan ide kreatif, pembelajaran seperti apa yang akan saya ciptakan. Bermodal dari searching di internet, lierasi praktik-praktik baik rekan-rekan di media social, berdiskusi sesame rekan guru di sekolah dan berdiskusi dengan rekan-rekan sesama guru di komunitas MGMP tingkat kabupaten, yang ternyata mempunyai masalah yang sama maka saya memcoba untuk mempraktekan suatu metode yang menurut saya akan menciptakan suasana yang nyaman dan membuat siswa saya mengerti akan materi saya.

Yang kedua, menurut saya yang menjadi tantangan adalah kecemasan saya akankah rencana praktik baik saya ini akan berjalan sesuai dengan rencana yang sudah saya buatTerutama dalam ketepatan waktu. Karena selain melibatkan saya sebagai fasilitator, tokoh utamanya adalah siswa saya. Kadang Rencana dan durasi waktu sudah saya perkirakan ternyata setelah dilaksanakan tidak sesuai dengan alokasi yang terencana sehingga tidak terlaksana semua rencana yang sudah direncanakan.

C.    Pelaksanaan

Langkah –langkah pembelajaran saya adalah:

1.     Pendahuluan.

·       Salam dan berdoa.

·       Membaca Al-Quran dan tilawah.

·       Menanyakan kabar dan cek kehadiran.

·       Menyampaikan tujuan pembelajaran dan apersepsi

·       Menanyakan kabar siswa dengan memberikan stiky note, siswa menuliskan perasaannya hari ini dan harapannya, kemudian ditempel di papan tulis.(pembelajaran social emosional)

Perasaan mereka di awal pembelajaran ada merasa capek, ngantuk karena tugas/Pr pelajaran lain banyak dan belum selesai. Ada yang merasa biasa saja tetapi ada satu yang saya sangat senang membacanya, dia menyatakan sangat semangat hari ini.

2.     Kegiatan inti.

·       Menayangkan video tentang materi yang dipelajari hari ini melalui web : https://rumah.belajar.kemendikbud.go.id. (differensiasi proses)

·       Guru menanyakan ke siswa tentang video yang ditayangkan.

·       Guru membagi kelompok siswa dalam 9 kelompok berdasarkan gaya belajar siswa. (diferensiasi konten)

·       Siswa duduk per kelompok dan berdiskusi sesuai dengan lembar kerja yang tersedia di platform merdeka mengajar.

·       Siswa dalam kelompok saling bekerjasama dalam memahami dan mengerjakan lembar kerja.

·       Tugas siswa menyelesaikan soal dalam lembar kerja dan mempersiapkan presentasi dari yang mereka diskusikan.

·       Siswa membuat media presentasi sesuai dengan kreatifitas mereka masing-masing dalam selembar kertas.(diferensiasi produk)

·       Kemudian kertas tersebut di foto dan ditayangkan lewat infokus.

·       Selama siswa berdiskusi, guru mengamati dan menanyakan siswa apakah mereka paham atau tidak.

·       Setelah beberapa saat diskusi, guru mengajak siswa untuk melakukan ice breaking yang diberi nama show up down.(Pembelajaran social dan mosional )

·       Siswa sangat senang dan bahagia dengan adanya ice breaking. Seperti dalam permainan, mereka tertawa lepas dan merdeka.

·       Guru membantu menjelaskan ketika ada yang masih belum paham tentnag materinya.

·       Waktunya untuk presentasi menjelaskan lembar kerja yang sudah mereka bahas. Kelompok yang tampil di acak menggunakan https://wheelspinner.co/

·       Tidak semua kelompok tampil karena waktu yang tidak memungkinkan. Hanya 2 kelompok yang tampil.

·       Setelah presentasi, siswa yang lain diberi kesempatan untuk bertanya dan kelompok yang presentasi berusaha untuk menjawab pertanyaan temannya dengan semampu dan semengerti mereka.

 

3.     Penutup

·       Siswa diminta untuk menyimpulkan pembelajaran hari ini.

·       Siswa diberikan lembar sticky note lagi tentang tanggapan mereka terhadap pembelajaran hari ini. Sebagai refleksi siswa dan guru.  (pembelajaran sosial emosional)

·       Untuk mengetahui pemahaman mereka hari ini, saya memberikan soal post test tentang materi yang dipelajar hari ini.

Jadi dalam pelaksanaan saya menggunakan sumber daya yang tersedia yaitu:

1.     Sumber belajar berupa video yang saya ambil dari https://rumah.belajar.kemendikbud.go.id.

2.     Alat untuk undi yang online yaitu: https://wheelspinner.co/

3.     Media proyektor , laptop dan HP dalam menyajikan hasil diskusi kelompok ke depan kelas

D.    Refleksi

1.     Guru

Setelah saya melaksanakan pembelajaran, saya mencoba untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. Kegunaannya adalah untuk evaluasi saya kedepannya apakah perlu perbaikan lagi sehingga nanti terciptak metode pembelajaran lain yang lebih menarik lagi.

Dari pembelajaran yang saya laksanakan, saya ingin menciptakan suasana belajar dari mereka untuk mereka dan oleh mereka. Mereak mengeksplor materi yang mereka pelajari, apa yang mereka tidak paham menjadi pahak dengan diskusi, mencari sumber ilmu dan berkolaborai. Sehingga tercipta profil pelajar pancasila yang diharapkan oleh kurikulum merdeka saat ini.

2.     Siswa

Dari tanggapan siswa setelah proses pembelajaran lewat stiky note, ada yang menyatakan senang, mulai paham sedikit demi sedikit, menyatakan lebih gampang menangkap pelajaran kalau belajar kelompok karena malu kalau bertanya secara verbal di depan kelas, tetapi ada juga yang mengatakan masih belum paham dan akan memahaminya lagi nanti.

  Refleksi Akhir Pembelajaran.

 

3.     Rekan guru

Utunk tanggapan rekan guru, saya belum menanyakan secara langsung. Tapi saya akanmeminta tanggapan, kritikan rekan guru baik secara langsung maupun lewat media video yang saya buat untuk dikometai oleh rekan guru dimana pun berada.

DOKUMENTASI






 

Rabu, 12 Oktober 2022

AKSI NYATA PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

AKSI NYATA 
PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
 TPosi (Tanaman Pot Kolaboarasi)
SMAN 2 HARAU-KAB.LIMA PULUH KOTA-SUMBAR




                Satu pot tanaman bertanggung jawab atas pengadaan dan keberlangsungan hidup tanaman /bunga oleh 3 orang murid. Mulai dari pengadaan pot, tanah dan bunga disediakan oleh 3 murid ini dalam masing-masing kelas. Sehingga tercapai tujuan sekolah yaitu menciptakan lingkungan yang nyaman dalam pembelajaran salah satunya adalah menghijaukan depan masing-masing kelas. Kegiatan ini dikoordinir sekolah dan kerjasama dengan walas. Maksud program ini selain menghujaikan sekolah adalah menimbulkan sikap tanggung jawab , kolaborasi dan kerjasama pada diri murid.
            Program dimulai dari merencanakan , mensosialisasikan, pelaksanaan dan evaluasi.


Selasa, 28 Juni 2022

Aksi Nyata Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid

 Aksi Nyata Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid

AKSI NYATA MODUL 3.3

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 PROGRAM PENINGKATKAN KEMAMPUAN MURID DALAM MEMBUAT MATERI

PRESENTASI UNTUK MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN

 DAN BERPIHAK PADA MURID

 Oleh:

Riza Asfa

CGP Angkatan 4 Kab.Lima Puluh Kota-Sumbar

 

A.    Latar Belakang

Proses pembelajaran di kelas merupakan suatu proses yang bisa dirindukan dan bisa juga sangat dibenci atau kurang disukai oleh murid. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran harus mampu menciptakan pembelajaran yang membuat murid senang dan nyaman selama pembelajaran.  Sebagai salah satu filosofi atau pemikiran Ki Hadjar Dewantara , Pendidikan berpihak pada anak , bukan berpusat pada guru. Guru sebagai pemberi semangat dan memfasilitasi pembelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran dengan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid. Dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada murid, guru menggunakan model-model pembelajaran seperti Discovery Learning.

 Discovery Learning adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis, sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku. Berdasarkan paparan di atas , maka saya menggunakan pembelajaran dengan discovery Learning yang sedikit saya modifikasi yaitu dalam pembelajaran murid berdiskusi dalam kelompok dan mempresentasikan materi hasil diskusi secara individual. Hal ini muncul, oleh karena biasanya diskusi dilakukan sangat monoton dan membosankan. Murid membuat hasil diskusi dan mempresentasikannya ke depan, diakhir presentasi ditanyakan apakah ada pertanyaan atau tidak dari murid yang lain. Sekarang saya agak memodifikasi sedikit diskusi, penyajian hasil diskusi dan hasil diskusi supaya murid aktif dan merasa menyenangkan serta paham dengan apa yang didiskusikan. Sehingga pembelajaran dengan cara diskusi dan presentasi tidak membosankan

 B.    Proses Jalannya Aksi.

a.  Perencanaan.

Program ini saya mulai susun dengan membuat perencanaan menggunakan Bagja.



b. Pelaksanaan.

Pelaksanaan memakan waktu 2 minggu atau 2 kali pertemuan dimana dalam 1 kali pertemuan memuat 4 Jam Pembelajaran. Perencanaan dilaksanakan dalam waktu 1 minggu dan dimulai dari pertemuan tatap muka 4 jam pembelajaran. Guru memberikan bahan ajar kepada murid, kemudian murid diberi arahantentang metode pembelajaran yang akan digunakan. Guru meminta murid berbagi dalam 4 kelompok karena akan ada 4 sub materi yang akan dibahas. Untuk pembagian kelompok dan materi, guru memberikan kebebasan kepada murid. Setelah kelompok terbentuk dan murid duduk dalam kelompoknya masing-masing, guru memberikan petunjuk untuk pelaksanaan diskusi. Murid mendiskusikan materi bagian mereka dalam kelompok masing-masing, membagi bagian masing-masing karean setiap murid dalam kelompok wajib mempresentasikan materi yang terlah mereka bahas di kelompoknya. Setelah itu, murid membuat materi presentasi bebas dalam bentuk apapun, boleh dalam bentuk ppt, canva, foto atau apapun semenarik mungkin. Diakhir pembelajaran saya meminta perasaan mereka dalam lembar sticky note sebagai evaluasi dan refleksi serta mereka diberikan soal post test untuk menguji pemahaman mereka tentang materi yang telah dipelajari bersama.

Proses pelaksanaan aksi nyata:

No

Hari/Tanggal

Kegiatan

1.

Sabtu/ 21 Mei 2022

Pembagian kelompok , diskusi kelompok dan persiapan materi presentasi.

2.

Sabtu/ 28 Mei 2022

Presentasi

 C. Hasil Aksi Nyata.

Dari aksi nyata yang telah dilakukan, pembelajaran yang bisa didapat murid adalah:

1.     Kebebasan yang diberikan kepada murid mulai dari penentuan kelompok, pembagian materi dan bentuk penyajian materi memberikan stimulus untuk kreatif dan berkolaboratif dengan sesama murid yang lain.

2.     Di proses ini , murid belajar mandiri, mulai dari mempelajari materi, berdiskusi dan belajar bagaimana menyampaikan sesuatu yang kita pahami di depan kelas.

3.     Muncul kreatifitas murid dalam membuat materi presentasi dan penyajian materi.

4.     Menghasilkan materi pembelajaran dalam kreasi kreatifitas masing-masing murid.

Bagi guru, guru hanya sebagai fasilitator untuk murid. Sebagai Penggerak, memberikan sarana dan tempat murid untuk berdiskusi menanyakan sesuatu yang murid kurang pahami. Juga memberikan evaluasi dan refleksi di dalam pembelajaran.

  D. Refleksi.

a.     Perasaan Sebelum dan Setelah Melaksanakan Program.

Perasaan sebelum melaksanakan kegitan ini, agak pesimis apakah akan berhasil atau tidak. Diawali dengan perencanaan dengan program Bagja dan perencanaan pembelajaran yang lengkap,  saya mulai dengan rasa optimis dan semangat yang tinggi supaya apa yang saya rencanakan berhasil dengan baik. Saya mulai dengan niat dan membacakan doa, ternyata antusias murid saya luar biasa. Memang diawa-awalnya mereka merasa repot yang mana, biasanya mereka hanya menerima saja pembagian kelompok, pembagian materi dan penyajian dalam bentuk yang sudah ditentukan, tetapi sekarang mereka memulai semua dari diri mereka sendiri. Mulai dari pembagian kelompok, pembagian materi dan bentuk penyajian presentasi mereka diberikan kebebasan untuk memilih dan menentukannya. Berdiskusi dalam kelompok, membahas materi bersama tetapi menyajikan dan menjelaskan sendiri-sendiri dengan sub materi yang berbeda tapi satu tema. Akhirnya setelah pembelajaran selesai, saya merasa sedikit lega karena antusias murid walau masih ada beberapa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran. Ini saya lihat dari observasi dan lembar refleksi yang saya sebarkan ke murid di akhir pembelajaran.

b.     Pembelajaran

Ada pembelajaran yang bisa diambil dari program pembelajaran ini. Murid bebas belajar dengan cara membaca sumber belajar, berdiskusi dengan sesama murid dan guru, menyajikan kreatifitas membuat materi presentasi dan menyajikan materi sesuai dengan gaya mereka masing-masing. Disini mereka bebas berekspresi dalam belajar, yang biasanya hanya menerima saja materi dari guru, sekarang mereka sebagai aktor dalam pembelajaran,belajar bekolaborasi dan  menyajikan materi sendiri.

c.     Perencanaan untuk  Pemperbaiki Pembelajaran

Untuk selanjutnya CGP tetap mengembangkan metode pembelajaran yang membua murid aktif dan kreatif sehingga tercipta pembelajaran yang menyenangkan.

 E.    DOKUMENTASI

 

 

Gambar 1. Diskusi Kelompok



Gambar 2. Presentasi

 


Gambar3. Produk Presentasi siswa(infografis dan video)


Gambar 4. Kesimpulan Materi

Gambar 5. Lembar Refleksi Pemahaman Materi.

 


MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN AI